Berolahraga di pusat kebugaran alias gym selalu
dianggap sebagai kegiatan yang bermanfaat, menyehatkan dan melangsingkan.
Namun, periset baru-baru ini menyatakan, kegiatan itu sesungguhnya buang-buang
waktu. Mengapa begitu?
Tubuh manusia selalu beradaptasi dengan tingkat
aktifitas yang lebih tinggi. Metabolisme tubuh terus berubah sehingga lebih
sedikit kalori yang terbakar dalam aktifitas fisik berat di pusat kebugaran,
menurut studi dari AS, dikutip Sydney Morning Herald, Minggu (31/1/2016)
Periset mengukur pengeluaran energi harian dan
tingkat aktifitas lebih dari 300 pria dan wanita. Hasilnya, mereka dengan
tingkat keaktifan cukup, seperti berjalan ke tempat kerja dan ke gym dua kali
seminggu membakar 200 kalori lebih banyak dibandingkan mereka yang 'pemalas'.
Namun, waktu lebih lama dalam menghasilkan keringat
tak memiliki banyak perbedaan pada jumlah kalori yang terbakar.
Ahli menyatakan bahwa ini menjelaskan fenomena
plateau, yakni sulitnya berat tubuh turun setelah beberapa bulan menjalani diet
dan olahraga rutin di pusat kebugaran.
Ilmuwan pimpinan Dr Herman Pontzer, dari City
University di New York mengatakan penemuan itu menunjukkan bahwa olahraga di
gym saja tidak cukup mencegah atau menghindari kenaikan berat badan. Ia pun
mengeksplorasi kaitan antara aktivitas dan pengeluaran energi pada komunitas
pemburu di bagian Utara Tanzania.
"Kaum suku Hadza sangat aktif, mereka berjalan
jauh setiap hari dan melakukan kerja fisik berat sebagai bagian kehidupan
sehari-hari mereka. Namun, dengan tingkat aktifitas tinggi itu, kami menemukan
mereka memiliki daily energy expenditure atau jumlah asupan makanan, kalori,
massa tubuh yang sama dengan orang-orang
dengan kehidupan modern seperti di Eropa dan AS. Itu mengejutkan."
Studi ini mengukur jumlah aktifitas dan konsumsi
makanan pada lebih dari 300 pria dan wanita dalam seminggu. Partisipan dengan
tingkat aktifitas sedang mengeluarkan
jumlah kalori yang paling banyak.
Dr Pontzer mengatakan, gaya hidup sedemikian mungkin
melibatkan berjalan atau bersepeda ke tempat kerja, naik tangga senagai ganti
lift, dan olahraga rutin seperti pergi ke [gym](2324960 "") sekali
setiap minggu. Namun, lebih dari itu, tak ada perbedaan.
Orang-orang yang paling aktif membakar jumlah kalori
yang sama dengan orang-orang yang hanya 'cukup' aktif," ungkap Dr.
Pontzer.
Penemuan ini, yang diterbitkan di jurnal Current
Biology, memperkuat pesan bahwa Anda tak bisa menghindari pentingnya menjaga
pola makan ketika ingin menurunkan berat tubuh. Namun, aktivitas semua itu
dapat dilakukan di mana saja, tanpa perlu ke pusat kebugaran.
Namun, perlu diingat bahwa olahraga pun memiliki
manfaat dalam menjaga kesehatan.
Dr. Pontzer mengatakan, "ada banyak bukti bahwa
olahraga penting dalam menjaga tubuh dan pikiran sehat, dan studi ini tak
mengubah pesan itu. Yang perlu dingat adalah, kita juga perlu berfokus pada
pola makan, umumnya dalam menjaga berat tubuh dan menghindari atau mencegah
kenaikan berat badan."
sumber : global.liputan6.com
sumber : global.liputan6.com
0 komentar:
Posting Komentar